Beranda > Uncategorized > WiMax dan Pengaruhnya di Indonesia

WiMax dan Pengaruhnya di Indonesia

Sampai saat ini pengguna internet nirkabel (wireless) telah dibuat penasaran dengan akan segera munculnya teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). Banyak yang nanya, sebenernya WiMax itu apa sih? Makanan dari mana itu? Hehehe…. Yang pasti WiMax bukan makanan. WiMAX itu sebenernya merupakan evolusi dari teknologi broadband wireless sebelumnya. Teknologi ini didesain untuk memenuhi kondisi non LOS (Line of Sight) karena menggunakan teknik OFDM.
Lalu, apakah yang bisa disumbangkan oleh teknologi ini terhadap kemajuan bangsa Indonesia sendiri? WiMax mungkin tidak hanya cocok sebagai solusi komunikasi data pita lebar untuk Metropolitan Area Network (MAN) seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, atau kota-kota besar lain di Indonesia, namun juga sebagai alternatif untuk komunikasi pedesaan (berhubung di Indonesia wilayahnya 60% adalah pedesaan—menurut saya lho..). Daya jangkau dan kapasitas mengirimkan data yang besar adalah kekuatan WiMax dibandingkan teknologi sebelumnya. WiMAX mampu mengirimkan data hingga 75 megabit per detik (Mbps) untuk setiap base station (BTS) dengan jari-jari sel berukuran 2 hingga 10 kilometer.
Seperti halnya WiFi, WiMAX memungkinkan koneksi internet secara nirkabel, dengan kecepatan mencapai 70 megabit per detik atau 35 kali lebih cepat dari saluran ADSL. Wah, cepet banget bukan?
Secara teknis standar baru yang juga dinamai 802.16 ini, juga memiliki daya jangkau hingga puluhan kilometer bandingkan dengan kemampuan WiFi yang hanya ratusan meter. Hingga
Meskipun belum dirilis secara komersial di pasaran, teknologi WiMax terus melakukan uji coba di berbagai tempat dan berbagai aplikasi. Meskipun sempat tertunda masalah birokrasi, salah satu produk Pre-Wimax telah dipakai untuk melayani komunikasi data di Aceh pasca gempa bumi. Dari 3 BTS yang terpasang di sana telah menghubungkan 29 titik akses untuk keperluan pendidikan, media, komunikasi, dan pertukaran data dan informasi.

Posisi Teknologi WiMAX
Bila teknologi broadband Wireless sebelumnya masih bersifat proprietary, maka WiMAX akan bersifat open standard (layaknya GSM dan CDMA pada komunikasi seluler serta WLAN dengan standar IEEE 802.11).
Banyak teknologi wireless (nirkabel)yang telah digelar di lapangan seperti seluler (GSM atau CDMA), Broadband Wireless Access (Wireless IP atau Wireless DSL), Wireless LAN (standar 802.11 a/b/g), maupun Wireless PAN (bluetooth atau RFID). Posisi WiMAX bila dikaitkan dengan teknologi dimaksud dapat digambarkan sebagai berikut:

Posisi Teknologi WiMAX

Posisi Teknologi WiMAX


Teknologi WiMAX juga menjanjikan fitur-fitur yang mampu bersaing dengan ASDL dan standar telepon mobile generasi ketiga (3G).
Menurut laporan Telecom view, WiMAX akan mengambil sekitar 40% pasar nirkabel pita lebar pada 2009. Bersamaan dengan itu, WiMAX akan menjadi pesaing utama bagi seluler generasi ketiga (3G) yang akan menguasai 60% pasar nirkabel pita lebar pada saat yang sama.
Standar WiMAX
Standard WiMAX merupakan badan standarisasi (forum) yang bertugas mengkompromikan dua standar Wirelesss MAN (antara standar IEEE 802.16 dengan ETSI HiperMAN). Hal tersebut mirip dengan standar WiFi yang menggabungkan standar IEEE 802.11 (Amerika) dengan ETSI HiperLAN (Eropa) , dimana aplikasinya sangat cocok untuk Wireless LAN.
Terdapat varian dari standard WiMAX yaitu IEEE 802.16d (802.16 2004) untuk kategori aplikasi fixed (portable) dan IEEE 802.16e untuk kategori aplikasi mobile.
Saat ini IEEE baru menyetujui standar 802.16 2004 dimana karakteristik air interface berdasar standar tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel Air Interface WiMAX standard IEEE 802.16 2004

Tabel Air Interface WiMAX standard IEEE 802.16 2004


Untuk standard WiMAX 802.11e (aplikasi mobile) kemungkinannya baru akan dikeluarkan pada tahun 2006.
Konfigurasi
Secara umum konfigurasi WiMAX dibagi menjadi 3 bagian yaitu subscriber station, Base station dan transport site. Untuk subscriber station terletak di lingkungan pelanggan (bisa fixed atau mobile/portable). Sedangkan base station biasanya satu lokasi dengan jaringan operator (jaringan IP/internet atau jaringan TDM/PSTN).
Gambar Konfigurasi Generik WiMAX

Gambar Konfigurasi Generik WiMAX


Tipe dari beberapa interface adalah sebagai berikut :
Tabel  Interface WiMAX

Tabel Interface WiMAX

Perusahaan Pengembang & Pengembangannya.
Baru-baru ini Intel Corporation, perusahaan pengembang utama WiMax mengumumkan program Asian Broadband Campaign, sebuah program kerjasama regional yang bertujuan mempercepat penggunaan pitalebar nirkabel di negara-negara Asia Tenggara. Intel menyediakan teknologi, perangkat dan solusi komunikasi pita lebar nirkabel ini untuk pemerintah, operator telekomunikasi, kantor-kantor layanan umum pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
Percobaan-percobaan ini bisa memudahkan komunikasi di berbagai sektor dan lokasi untuk membantu negara-negara tersebut memenuhi United Nations Millenium Development Goals (MDG). “Negara-negara berkembang di Asia Tenggara telah berkomitmen pada PBB untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar utama, dan berbagai pengembangan di tahun 2015,” kata Sean Maloney, Executive Vice President, Mobility Group, Intel Corporation. Menurutnya, WiMAX bisa menjadi pondasi yang membantu mereka mencapai tujuan-tujuan tersebut. Program tersebut juga sejalan dengan visi d-ASEAN (Digital ASEAN) Intel bahwa desa-desa, provinsi-provinsi, kota-kota dan negara-negara yang saling terhubung sehingga memunculkan sebuah wilayah terintegrasi yang kuat seperti China dan India. Persiapan dan percobaan pengunaan WiMAX telah dilakukan di Amerika Utara dan Eropa. Percobaan implementasi di Malaysia, Thailand dan Filipina akan dirasakan hasilnya di akhir tahun 2005. Sedangkan di Indonesia dan Vietnam diharapkan dimulai tahun 2006.
Akankah WiMax segera diadopsi di Indonesia? Jika uji coba Pre-Wimax di Aceh sempat tertunda karena birokrasi, seharusnya strategi dan aplikasi adopsi teknologi WiMax standar disiapkan jauh-jauh hari agar benar-benar tepat sasaran. Apalagi jika hendak dipakai dalam program Universal Service Obligation (USO) untuk melayani komunikasi di pedesaan dan daerah terpencil, semoga saja…! (KOMPAS)

Kesimpulan
Dari uraian di atas maka dapat dtarik kesimpulan sebagai berikut:
• Dengan kehadiran WiMAX, maka sangat menguntungkan bagi vendor, operator maupun regulator.
• WiMAX akan menjadi pelengkap sekaligus sebagai penantang baru terutama terhadap teknologi wireless eksisting.
• Perlunya segera diatur untuk penetapan frekuensi WiMAX di Indonesia karena akan berdampak terhadap sukses tidaknya penggelaran WiMAX ke depan.
Referensi:
1. Standar WiMAX (IEEE 802.16 2004)
2. Standard System WiMAX, Telkom RisTI
3. www.wimaxforum.org
4. www.airspan.com
5. www.alvarion.com
6. Berbagai sumber di Internet

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.