Invasi dari Indonesia Ancam Malaysia! Bendera: “Persiapan Sedang Kita Lakukan”
Sasaran serbu adalah pemerintah Malaysia. “Kita menginginkan permintaan maaf.” Maksudnya?
Negeri jiran, Malaysia sedang bersiaga. Sebab, beredar kabar akan ada invasi atau penyerbuan yang dilancarkan sebuah organisasi asal Indonesia, Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera). Ancaman Bendera memberangkatkan 1.500 pasukan berbambu runcing ke Malaysia, tak dianggap enteng.
Benarkah Bendera akan menyerbu Malaysia? Persiapan sedang kita lakukan. Menuju ke arah sana sedang kita persiapkan, sampai hari ini sedang dipersiapkan,” kata Koordinator Bendera, Mustar Bona Ventura kepada VIVAnews, Rabu 7 Oktober 2009.
Mustar juga membenarkan bahwa pasukan yang akan dikirimkan ke Malaysia dilengkapi dengan senjata bambu runcing. “Betul dong, dengan segala keterbatasan senjata. Kenapa? Senjata kita tak punya, senjata hanya dimiliki tentara, yang tak mau menggunakan senjatanya untuk membela negara,” kata dia.
Kata Mustar, sasaran penyerbuan Bendera adalah pemerintah Malaysia, bukan penduduknya. “Karena sampai hari ini kita menginginkan permintaan maaf,” kata dia.
Dijelaskan Mustar, permintaan maaf yang diminta dari Malaysia bukan hanya soal klaim budaya. “Jangan disederhanakan, ada persoalan jauh lebih besar, TKI kita, orang yang mati tiap hari di Malaysia, soal pulau. Itu yang jauh lebih penting,” kata dia.
Jadi, kapan Bendera akan menyerbu Malaysia? “Nanti akan kita siarkan,” jawab dia.
Ancaman invasi Bendera tak dianggap remeh pemerintah Malaysia. Seluruh aparat keamanan Malaysia disiagakan untuk menghadapi serangan tersebut, termasuk melalukan penjagaan di setiap pintu masuk Malaysia.
“Kami menganggap kelompok ini adalah orang-orang tak waras yang terjebak dalam retorika bodoh, namun kami tak akan memberi kesempatan pada mereka untuk mengganggu kehidupan di Malaysia,” kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Malaysia, Mohamed Tajudeen Abdul Wahab.
• VIVAnews
Walah walah, makin kacau aja persaudaraan kita. Lebih baik berdamai
Peace yooo….w…

-dalamr.jpg)










Komentar yang terdampar